Menumbuhkan Kemandirian Pada Anak Usia Dini


Kemandirian merupakan salah satu nilai utama dalam pendidikan karakter yang diperoleh melalui proses pembelajaran. Dalam proses belajar menuju kemandirian, anak belajar untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi lingkungan yang akan menumbuhkan rasa keberanian dan percaya diri pada anak. Anak akan mampu melakukan aktivitas sederhana tanpa bantuan orang lain. Artikel ini bertujuan untuk merefleksi seberapa pentingnya menumbuhkan karakter kemandirian pada anak usia dini dalam proses pembelajaran sehingga anak tidak lagi bergantung pada orang lain melainkan dapat berdiri sendiri.

Pendidikan anak merupakan pendidikan yang paling mendasar untuk membentuk anak yang berkualitas dalam pengembangan sumber daya manusia. rentang anak usia dini menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah sejak usia nol sampai dengan usia delapan tahun (Ranita sari, 2019). Masa ini disebut dengan golden age atau masa emas bagi anak dimana pada masa tersebut berbagai potensi anak berkembang dengan pesat dalam renytang kehidupan manusia.

Pendidikan karakter adalah upaya yang disengaja untuk mempromosikan pengembangan karakter siswa di sekolah (Berkowitz, 2009). Sedangkan menurut Lickona (1996) bahwa pendidikan karakter sebagai upaya yang disengaja oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membantu kaum muda memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etis intiu. Pendidikan karakter pada hakikatnya adalah pendidikan nilai (Kirschenbaum, 2000) yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Pendidikan karakter merupakan proses pembiasaan untuk berbuat baik, berkata jujur, mandiri, disiplin, dan sebagainya. Pendidikan karakter tidak dapat terbentuk secara instan melainkan melalui suaatu proses belajar dan pendidikan.

Kemandirian merupakan bagian dari nila utama karakter yaitu suatu sikap yang diperoleh secara kumulatif melalui proses yang dialami seseorang dalam perkembangannya. Musthafa (2018) mendefinisikan kemandirian sebagai kemampuan untuk mengambil pilihan dan menerima konsekuensi yang menyertainya. dalam proses kemandirian seorang anak akan belajar untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi lingkungan sampai ia mampu berdiri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain.

Pengertian Kemandirian

Istilah “kemandirian” berasal dari kata dasar “diri” yang mendapat awalan “ke” dan akhiran “an”, kemudian membentuk satu kata keadaan atau kata benda. Kemandirian berasal dari kata dasar “diri”, maka pembahasan mengenai kemandirian tidak bisa lepas dari pembahasan tentang perkembangan diri itu sendiri, yang dalam konsep Carl Rogers disebut dengan istilah self, karena diri itu merupakan inti dari kemandirian. Konsep yang sering digunakan atau berdekatan dengan kemandirian adalah autonomy (Desmita, 2017).

Menurut Monks, dkk (dalam Astuti, 2013) mengatakan bahwa  orang yang mandiri akan memperlihatkan perilaku yang eksploratif, mampu mengambil keputusan, percaya diri dan kreatif. Selain itu juga mampu bertindak kritis, tidak takut berbuat sesuatu, mempunyai kepuasan dalam melakukan aktifitasnya, mampu menerima realita serta dapat memanipulasi lingkungan, berinteraksi dengan teman sebaya, terarah pada tujuan dan mampu mengendalikan diri.


Kesimpulan

Kemandirian merupakan salah satu nilai utama dalam karakter yang menjadi fokus dalam pendidikan karakter. Kemandirian pada anak perlu ditumbuhkan  sejak dini karena pada masa itu semua aspek perkembangan berjalan dengan pesat. Demikianpun dengan kemandirian perlu ditanamkan sejak dini agar anak dalam segala aktivitasnya dapat mandiri tidak tergantung kepada orang lain.

setelah kalian membacanya jangan lupa dipelajari ya, oleh karna itu kami merekomendasi sekolah / persatren modern,kalian disana bisa belajar bagaimana mandiri dan mencari ilmu yang lainnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 dampak tawuran antar pelajar dan cara mengatasinya

Cara Berubah diri lebih baik

efek begadang yang buruk pada kesehatan dan cara mengatasinya