apa itu ilmu tauhid
Belajar Ilmu Tauhid
Ilmu Tauhid adalah ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap hamba Allah. Karena ilmu ini merupakan dasar atau pokok dari syariat Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar.
Ilmu tauhid merupakan ilmu yang mempelajari tentang Pencipta makhluk dan bagaimana cara yang benar dalam beribadah kepada-Nya.
Ilmu tauhid sebagai landasan terpenting dalam agama para Rasul dan poros utama dakwah mereka. Sehingga dia menjadi tingkatan ilmu yang paling tinggi diantara ilmu-ilmu lainnya.
Maka tidak pantas kita menyepelekan ilmu tauhid, karena ilmu ini mempelajari tentang Pencipta diri kita dan seluruh makhluk. Bersungguh-sungguhnya kita mempelajari ilmu tentang makhluk (Fisika, Kimia, Matematika, dsb) namun melupakan ilmu tentang Pencipta Makhluk adalah suatu bentuk kerendahan dan kehinaan yang terdapat dalam diri kita.
Akankah kita biarkan diri kita berada dalam kerendahan dan kehinaan seperti itu? Maka semoga dengan Kita membaca, memahami dan mengamalkan ilmu tauhid ini, menjadikan derajat kita diangkat oleh Allah dari kehinaan dan kerendahan menuju derajat Hamba Allah yang mulia yang mengikuti seruan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah Ta’ala telah berfirman :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah Thaghut (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dalam keadaan dia ridho)” (An-Nahl : 36)
Kenapa kita harus mempelajari ilmu tauhid ?
Mempelajari ilmu tauhid merupakan kewajiban pertama atas setiap hamba. Karena dengan mempelajari ilmu tauhid kita akan tahu bahwa ternyata tauhid adalah satu-satunya batas pemisah yang membedakan antara muslim dan kafir.
Tauhid merupakan syarat diterimanya amal perbuatan di samping harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maka dari itu wajib bagi kita mempelajari Ilmu Tauhid dengan benar kemudian menerapkannya dengan benar pula agar tercapailah kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Pengertian Tauhid
- Tauhid Secara Bahasa.
Tauhid dalam bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il (kata tugas) wahhada-yuwahhidu-tauhiidan: وَحَّدَ – يُوَحِّدُ – تَوْحِيْدًا (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu menjadi satu saja. - Tauhid Secara Istilah
Secara istilah makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususan-Nya.
Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah berkata:
“Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya”.
Sebagaimana terkandung dalam kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (laa ilaha illallahu).

Penafian: Menafikan/meniadakan hak penyembahan dari selain Allah, siapapun orangnya, baik terhadap Rasul yang diutus oleh-Nya maupun malaikat terdekat-Nya, terlebih lagi yang selain dari mereka ‘alaihimussalam.
Penetapan: Menetapkan hak penyembahan hanya kepada Allah saja.
Sehingga, arti tauhid (Arab :التوحيد) adalah konsep pokok dalam keyakinan Islam yang menyatakan keesaan Allah dalam perbuatan Allah (seperti: Allah Maha Pencipta, Allah Maha Pemberi Rizki, dll) sehingga tidak boleh ada sekutu bagi-Nya dalam perkara tersebut, keesaan Allah dalam perbuatan makhluk (seperti ibadah atau penyembahan), tidak boleh ada satu-pun bentuk ibadah ditujukan kepada selain Allah, dan keesaan Allah dalam Penamaan dan Pensifatan yang diberikan kepada Allah (Seperti Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui) sesuai dengan keagungan dan kemuliaan Allah Ta’ala yang telah diberitakan melalui Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Perlunya Menerapkan Ilmu Tauhid dengan Benar
Pembaca Islam Hari Ini, tentunya kita menginginkan semua ibadah kita diterima di sisi Allah. Sedangkan tauhid adalah salah satu syarat diterimanya sebuah amalan. Karena syirik yang merupakan lawan dari tauhid dapat menghapus semua amalam yang kita lakukan.
Maka beribadah kepada Allah Ta’ala di atas tauhid sangatlah penting dan wajib kita lakukan. Karena semua amalan harus dibangun di atas pondasi tauhid. Semakin kokoh tauhid seseorang maka semakin kokoh bangunan amal tersebut berdiri.
Pembaca Islam Hari Ini, sekarang persiapkanlah diri Anda untuk fokus pada pembahasan penting dalam ilmu tauhid ini. Karena pembahasan ini wajib dipelajari dengan seksama dan diyakini dengan keyakinan yang benar sebelum kita beribadah kepada Allah Ta’ala.
Jangan ada satu paragrafpun terlewatkan. Karena salah dalam memahami ilmu tauhid maka bisa salah dalam menerapkannya. Sehingga menerapkan ilmu tauhid dengan benar harus dengan pemahaman yang benar. Yaitu sesuai dengan pemahaman para generasi terbaik.
Karena beribadah kepada selain Allah adalah perbuatan syirik dan hal ini merupakan kezaliman yang paling besar.
Wajib menetapkan nama-nama dan sifat-sifat yang telah Allah tetapkan dan yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan, serta harus sesuai dengan yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jika berbicara tentang sifat-sifat dan nama-nama Allah namun menyimpang dari yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kita telah berbicara tentang Allah tanpa dasar ilmu. Hal ini hukumnya Haram dan sangat dibenci dalam Agama Islam. Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولً
“Dan janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggungan jawaban.” (Al Isra: 36)
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Katakanlah: ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tampa alasan yang benar, dan (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah (keterangan) untuk itu dan (mengharamkan) kalian berbicara tentang Allah tampa dasar ilmu.” (Al A’raf: 33)
Setelah mengetahui hal ini maka ketahuilah, barangsiapa yang mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentauhidkan Allah maka tidak boleh baginya saling berkasih sayang (wala’) dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun itu karib kerabat mereka. Karena Allah telah mengabarkan hal ini dalam firman-Nya:
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun itu bapak-bapak mereka atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” [Al-Mujadilah: 22]
dan setelah kalian membacanya jangan lupa dipelajari yaa, kami juga merekomendasikan sekolah / persantren modern untuk kalian yang ingin mencari ilmu

Komentar
Posting Komentar