bahayanya tawuran pelajar

 

ilustrasi tawuran pelajar

PENGERTIAN TAWURAN


Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran”dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. Sehingga pengertian tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar
Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik.
  • Delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat.
  • Delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, tumbuh kebanggaan apabila dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya. Seperti yang kita ketahui bahwa pada masa remaja seorang remaja akan cenderung membuat sebuah genk yang mana dari pembentukan genk inilah para remaja bebas melakukan apa saja tanpa adanya peraturan-peraturan yang harus dipatuhi karena ia berada dilingkup kelompok teman sebayanya.
    tawuran adalah perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat.
    tawuran adalah suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat.
    Tawuran adalah salah satu bentuk kenakalan remaja, yaitu kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang umumnya dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun. Aspek kecenderungan kenakalan remaja terdiri dari (1) aspek perilaku yang melanggar aturan atau status, (2) perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, (3) perilaku yang mengakibatkan korban materi dan (4) perilaku yang mengakibatkan korban fisik.
    Menurut Ridwan tawuran pelajar didefinisikan sebagai perkelahian massal yang dilakukan oleh sekelompok siswa terhadap sekelompok siswa lainnya dari sekolah yang berbeda. Tawuran terbagi dalam tiga bentuk: (1) tawuran pelajar yang telah memiliki rasa permusuhan secara turun temurun, (2) tawuran satu sekolah melawan satu perguruan yang didalamnya terdapat beberapa jenis sekolah dan (3) tawuran pelajar yang sifatnya insidental yang dipicu oleh situasi dan kondisi tertentu. Tawuran juga dapat didefinisikan sebagai perkelahian massal yang adalah perilaku kekerasan antar kelompok pelajar laki-laki yang ditujukan kepada kelompok pelajar dari sekolah lain.
    Tawuran pelajar adalah fenomena sosial yang sudah dianggap lumrah oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan ada sebuah pendapat yang menganggap bahwa tawuran adalah salah satu kegiatan rutin dari pelajar yang menginjak usia remaja. Tawuran pelajar sering terjadi di kota-kota besar yang seharusnya memiliki masyarakat dengan peradaban yang lebih maju. Para pelajar remaja yang sering melakukan aksi tawuran tersebut lebih senang melakukan perkelahian di luar sekolah daripada masuk kelas pada kegiatan belajar mengajar.     

Mengenal Tawuran



Sebelum mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya tawuran pelajar, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu tawuran. Tawuran merupakan perkelahian massal yang dilakukan secara beramai-ramai atau berkelompok. Dalam hal ini, tawuran termasuk bentuk kenakalan remaja atau juvenile delinquency. Kenakalan remaja ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu situasional dan sistematik.

Perkelahian yang termasuk kenakalan remaja situasional, terjadi akibat adanya situasi yang mengharuskan adanya penyelesaian dengan berkelahi. Keharusan ini muncul akibat kebutuhan untuk memutuskan masalah secara cepat.

Sedangkan kenakalan remaja sistematik, dapat berupa perkelahian remaja yang berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Pada organisasi tersebut terdapat aturan, norma, dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti oleh anggotanya, termasuk berkelahi.

Kondisi Psikologis Pelajar

Sebelum mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya tawuran pelajar, perlu dipahami pula bagaimana kondisi psikologis pelajar di usia remaja. Secara fisik dan psikologis, remaja masuk dalam masa transisi. Di mana mereka akan merasakan perubahan emosi dan fisik yang tidak stabil karena sistem hormon dan kelenjar dalam tubuh yang bekerja secara biologis.

Pada masa ini, remaja juga mencari pengakuan dan keberadaan di lingkungannya untuk mendapatkan identitas diri. Pencarian identitas diri pada remaja ini sering kali dipengaruhi oleh simbol-simbol atau status yang populer di masyarakat luas.

Hal ini memungkinkan remaja untuk mencari status sosial agar dianggap dengan bergabung dengan kelompok tertentu. Jika anak masuk ke dalam kelompok atau geng tertentu di sekolah, tentu ini bisa memberikan berbagai pengaruh negatif baginya.

Faktor Internal





Setelah mengetahui kondisi umum, berikutnya akan dijelaskan apa saja faktor penyebab terjadinya tawuran pelajar. Faktor pertama terjadinya tawuran pelajar berasal dari faktor internal. Dalam hal ini, remaja yang terlibat dalam perkelahian biasanya kurang mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan yang kompleks, yaitu lingkungan yang terdapat perbedaan pandangan, budaya, hingga tingkat ekonomi.

Situasi inilah yang dapat memberikan tekanan pada remaja. Sehingga ketika mereka tidak bisa beradaptasi dengan baik, emosinya akan mudah terpancing ketika terjadi masalah-masalah kecil. Remaja yang sering terlibat perkelahian juga cenderung mengalami konflik batin, mudah frustasi, emosi tidak stabil, tidak peka terhadap perasaan orang lain, hingga perasaan rendah diri.

Faktor Lingkungan

Apa saja faktor penyebab terjadinya tawuran pelajar yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu faktor lingkungan. Rumah dan sekolah merupakan dominasi lingkungan yang dimiliki oleh setiap remaja. Jika kedua lingkungan ini tidak mendukung, maka bisa menyebabkan berbagai pengaruh negatif pada perkembangan anak remaja.

Lingkungan rumah yang kumuh, anggota di lingkungan rumah atau sekolah yang sering berperilaku buruk seperti minum-minuman keras hingga narkoba, tentu bisa menjadi salah satu pemicu kenakalan remaja, termasuk perkelahian. Dengan begitu, penting bagi anak remaja untuk tinggal di lingkungan yang sehat dan mendukung sehingga perkembangan fisik, mental, dan emosionalnya bisa berjalan dengan baik

oleh karna itu kalian yang ingin masuk sekolah atau persatren yang bebas dari tawuran, kami merekomendasi sekolah  dan persatren modern untuk kalian yang ingin terhindar dari tawuran pelajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 dampak tawuran antar pelajar dan cara mengatasinya

efek begadang yang buruk pada kesehatan dan cara mengatasinya

Cara Berubah diri lebih baik