APA ITU ILMU KALAM

Pengertian Ilmu Kalam – Apakah Grameds tahu bahwa ternyata keberadaan ilmu kalam itu menjadi salah satu dari ilmu pengetahuan yang harus dipelajari oleh kaum muslim? Yap, keberadaan ilmu kalam ini juga sama pentingnya dengan ilmu tauhid dan ilmu fiqh. Meskipun memang diakui bahwa banyak orang yang belum terlalu memahami akan kajian dari ilmu kalam ini. Padahal sebenarnya, keberadaan ilmu kalam telah ada sejak zaman Rasulullah SAW, tetapi kala itu belum dikenal dengan istilah demikian.

Mengingat kita semua sebagai umat muslim wajib meneladani kebenaran akan Rasul-Rasul Allah, maka itulah mengapa ilmu kalam ada. Bahkan banyak ulama yang turut berkontribusi untuk menjawab eksistensi akan ilmu ini. Lalu sebenarnya, apa sih ilmu kalam itu? Apa saja ruang lingkup dari ilmu kalam? Bagaimana sejarah perkembangan dari ilmu kalam hingga saat ini? Apakah ilmu kalam memiliki hubungan dengan ilmu lain yakni ilmu filsafat dan ilmu tasawuf? Nah, supaya Grameds memahami akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

Pengertian Ilmu Kalam

Jika secara harfiah, istilah “kalam” ini artinya ‘perkataan’ atau ‘percakapan’. Sementara secara terminologi, ilmu kalam adalah ilmu yang membicarakan mengenai wujud Allah SWT, sifat-sifat yang mesti ada pada-Nya, sifat-sifat yang tidak ada pada-Nya, sifat-sifat yang mungkin ada pada-Nya, hingga Rasul Allah untuk menetapkan kebenaran akan kerasulannya. Jika Grameds masing merasa asing dengan nama ilmu ini, wajar saja sebab biasanya orang-orang menyebut Ilmu Kalam ini sebagai Ilmu Tauhid.

Al-Farabi telah menemukan ilmu kalam sebagai suatu ilmu yang membahas tentang ilmu ketuhanan (ketauhitan). beliau merupakan tokoh muslim yang sangat jenisu pada masa kejayaannya. selain membahas tentang ketuhanan ilmu juga membahas tentang sifat-sifat allah serta eksistensi dan zat Allah.

Definisi Ilmu Kalam Menurut Para Ahli

Beberapa ulama juga turut mengemukakan mengenai definisi dari Ilmu Kalam ini, misalnya:

Menurut Al-’iji, Ilmu Kalam adalah sebuah ilmu yang memberikan kemampuan untuk menetapkan aqidah agama Islam dengan mengajukan argumen guna melenyapkan keraguan yang ada.

Menurut Ibnu Khaldun, Ilmu Kalam ini adalah sebuah ilmu yang mengandung adanya argumen-argumen secara rasional untuk membela aqidah iman dan mengandung penolakan terhadap golongan bid’ah (perbuatan-perbuatan baru tanpa ada contoh sebelumnya) yang di dalam aqidah, menyimpang dari mazhab salah dan ahlussunnah. Beliau juga berpendapat bahwa ilmu ini nantinya berisikan alasan-alasan mengapa kita harus mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman, tentu saja dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan berisikan bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepercayaan Salaf dan ahlusSunnah.

Menurut Hasbi al-Shiddieqy, keberadaan Ilmu Kalam atau Ilmu Tauhid ini adalah ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan akidah agama dengan menggunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik itu dalil naqli, aqli, maupun dalil wijdani.

Nah, dari beberapa pendapat ahli mengenai apa itu Ilmu Kalam dapat disimpulkan bahwa Ilmu Kalam atau Ilmu Tauhid adalah ilmu yang membicarakan akan bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan agama Islam dengan adanya bukti-bukti yang valid. Kepercayaan-kepercayaan tersebut melingkup pada Allah SWT (beserta sifat-Nya), rasul, wahyu, akhirat, iman, dan lainnya.

Adapun mengapa ilmu ini disebut dengan Ilmu Kalam, karena:

  • Persoalan yang terpenting untuk dijadikan pembicaraan pada abad permulaan Hijriah adalah ‘apakah Kalam Allah (Al-Quran) itu termasuk Qadim atau Hadis?’. Maka dari itu, keseluruhan dari ilmu menggunakan nama tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu bagian terpenting dalam kajiannya.
  • Dasar dari Ilmu Kalam ialah dalil-dalil pikiran dan pengaruh dalil pikiran ini tampak jelas terutama dalam pembicaraan para Mutakallimin (ahli teologi Islam)
  • Ruang Lingkup

    Perlu dipahami sekali lagi bahwa objek kajian dalam Ilmu Kalam memang sedikit lebih rumit dan bahkan mampu menimbulkan perdebatan panjang di aliran-aliran teologi Islam. Secara singkat, pokok permasalahan yang dibahas dalam Ilmu Kalam terletak pada 3 persoalan ruang lingkup, yakni:

    1. Qismul Ilahiyatyakni esensi keberadaan Tuhan beserta sifat-sifat-Nya. Hal-hal yang dibicarakan adalah tentang:
    • Sifat-sifat Tuhan. Apakah memang ada Sifat Tuhan atau tidak. Masalah ini diperdebatkan oleh aliran Mu’tazilah dan Asy’ariyah.
    • Qudrat dan Iradat tuhan. Persoalan diperdebatkan pada aliran Qadariyah dan Jabariyah.
    • Persoalan akan kemauan bebas manusia. Masalah ini berkaitan erat dengan Qudrat dan Iradat Tuhan.
    • Masalah Al-Quran. Apakah makhluk atau tidak, serta apakah Al-Quran azali atau baharu.
    1. Qismul Nububiyah, yakni hubungan yang memperhatikan antara Tuhan dengan makhluk-Nya. Hal-hal yang dibicarakan adalah tentang:
    • Utusan-utusan Tuhan yang telah ditetapkan untuk melakukan pekerjaan tertentu, yaitu Malaikat.
    • Wahyu yang disampaikan oleh Tuhan kepada Rasul-Nya baik secara langsung maupun melalui perantara Malaikat.
    • Para Rasul itu sendiri yang menerima perintah dari Tuhan untuk menyampaikan ajaran kepada umat manusia.
    1. Qismul Al-Sami’yat, yakni persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sesudah mati. Hal-hal yang dibicarakan adalah tentang:
    • Hari kebangkitan manusia kembali di akhirat.
    • Hari perhitungan.
    • Shiratal Mustaqim (jembatan).
    • Persoalan yang berhubungan akan tempat pembalasan, baik itu surga atau neraka                  
DAN KALIAN INGIN BELAJAR ILMU LAINNYA, KAMI MEKOMENDASI PERSANTREN MODERN UNTUK KALIAN YANG INGIN BELAJAR ILMU YANG LUAS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 dampak tawuran antar pelajar dan cara mengatasinya

efek begadang yang buruk pada kesehatan dan cara mengatasinya

Cara Berubah diri lebih baik